Jangan Bilang Nggak Kangen…
Kadang cuma makan gorengan, sesekali makan pizza atau burger. Kadang di restoran agak punya nama meski nggak mahal-mahal amat, kadang cuma nongkrong di pinggir jalan. Tapi nikmatnya tetap sama. Karena bagi kita bukan apa yang dimakan, bukan dimana kita makan, bukan pula soal harga makanannya. Ini tentang kebersamaan kita.
Kita bisa naik gunung di akhir tahun, atau jalan-jalan ke Mal walau kantong lagi cekak. Kita bisa jalan melintasi lautan, memandangi awan, atau kadang nggak kemana-mana, sekadar nongkrong depan teras rumah. Bukan soal sejauh mana kaki kita melangkah, bukan seberapa indah spot-spot instagramable yang kita dapatkan. Ini tentang kebersamaan kita. Bersama di halaman belakang rumah, lebih indah dari jalan sendiri di lokasi wisata terbaik.
Sering kah kau merindu ngopi segelas rame-rame walau cuma kopi sachetan? Rindu yang membuncah justru saat sendiri menyeruput secangkir kopi di kedai mahal.
Masih sering terbayang kala rebutan tempe goreng dan bakwan abang-abang pinggir jalan, ketika sendiri menikmati potongan demi potongan makanan di cafe mahal. Kangen ada yang nyomot duluan sisa gorengan terakhir?
Coba perhatikan lagi baju yang kita pakai saat ini. Lalu ingatkah pada masa-masa tetiba kehilangan kaos kesayangan di lemari, terus nggak lama dapat pesan singkat, “Gue pinjam kaos elu ya, ada kencan sama gebetan baru…” Kesal? Pasti kangen lagi.
Jangan bilang nggak pernah mie rebus yang baru beres dimasak eh diserobot sahabat yang nggak ada rasa bersalahnya? Sekarang kita kangen digituin kan? Lihat makanan nganggur di depan mata, saat sendiri, kita menunggu ada tangan jahil yang nyomot itu makanan. Rindu?
Merk apa parfum yang dipakai sekarang? Berapa harganya? Pasti masih ingat masa-masa pakai satu botol parfum bareng-bareng waktu mau jalan bareng. Sebotol habis dalam waktu tiga hari, apalagi pas lagi sama-sama malas mandi. Sampai cewek-cewek nggak bisa bedain siapa yang beli siapa yang nebeng.
Pernah kan ketemu cewek gebetan yang tiba-tiba ngomong, “jam kamu kok sama persis sama yang biasa dipakai teman kamu? Kamu minjam?” Reseh kan punya sahabat begitu, dia yang pinjam eh kita yang dituduh pinjam. Tapi sekarang kita kangen dia yang suka pinjam barang?
Kita biasa ngobrol dari yang remeh temeh soal warna karet gelang apa yang bakal dipakai sang primadona besok pagi, sampai debat soal politik yang sebenarnya kita nggak ngerti-ngerti banget. Mulai dari ngakak bareng sampai bisa emosi dan gontok-gontokkan. Ini bukan tentang topik obrolan, tapi tentang kita yang selalu bersama. Saat sudah bersama, kadang jadi nggak penting yang kita bicarakan.
Ini tentang kita. Bukan tentang film apa yang kita tonton, tak jadi soal berapa jarak yang kita tempuh hingga putus tali sendal jepit kita, bukan seberapa panas terik yang membakar, atau hujan yang menderu. Kita bisa basah kuyup bersama, atau kehausan bersama.
Rindukah kau, sahabat? @bayugawtama
