Terharu, melihat Pak Sholeh, seorang tukang ojek lansia (65 tahun) yang sempat ramai di media sosial setelah salah seorang penumpangnya, Dewi Rachmayanie, mengunggah profil singkat Pak Sholeh di laman Facebook-nya. Pak Sholeh, tulis Dewi, tukang ojek yang sudah lansia, tinggal di Sawangan dan mencari pelanggan di sekitar Palmerah, ketika ditanya berapa tarifnya, dia menjawab “terserah, seikhlas penumpang saja”.
Kontan, sosok Pak Sholeh jadi terkenal di media sosial, teleponnya terus menerus berdering lantaran Dewi juga mencantumkan nomor handphone tukang ojek tersebut di tulisannya. Tak hanya itu, berita terbaru, Pak Sholeh diundang ke NET TV dan mendapat hadiah umroh, bersama isterinya. Masya Allah, luar biasa kekuatan kebaikan melalui media sosial ini.
Dalam berbagai kesempatan di kelas kerelawanan, sering saya sampaikan bahwa menjadi relawan bisa dengan cara apapun, termasuk hal-hal kecil nan sederhana. Singkirkan paku di jalan, menolong lansia yang kelebihan beban bawaannya, memberi tempat duduk di angkutan umum, atau apapun. Jika bisa melakukan yang lebih besar dan lebih panjang durasi aktifitasnya, juga bagus. Intinya, lakukan saja gerakan kebaikan yang kita sanggup, bisa, mampu dan suka, dimana saja dan kapan saja, baik yang jauh terlebih yang dekat.
Kita tak pernah menyangka, gerakan kebaikan sederhana dan mungkin sepele namun berdampak besar dan terus meluas. Sekadar menyingkirkan paku di jalan misalnya, bayangkan jika paku itu menembus roda mobil yang tengah tergesa-gesa mengantar salah seorang anggota keluarganya yang kritis menuju rumah sakit. Gerakan kecil, menyingkirkan yang kecil, namun jika tak dilakukan, berdampak besar. Gerakan kecil, namun jika dilakukan justru bisa menyelamatkan seseorang, bahkan satu keluarga jika yang tengah diantar itu adalah kepala keluarga.
Seperti yang dilakukan Dewi Rachmayanie, dengan mengunggah profil singkat Pak Sholeh, boleh jadi Dewi tak menyangka gerakan sederhananya itu berdampak besar bagi kehidupan Pak Sholeh. Tak hanya kebanjiran calon pelanggan, umroh pun didapat Pak Sholeh bersama isterinya. Hebat, ya saya harus bilang hebat gerakan kebaikan ini, meski kecil berdampak luas, besar dan jauh.
Ibarat melemparkan sebuah batu kecil ke tengah danau, batu kecil itu akan menimbulkan riak yang membentuk lingkaran dari kecil hingga membesar. Titik pusatnya adalah sebuah kebaikan, riak atau gelombang yang dihasilkan adalah sebuah gerakan yang terus membesar, meluas, memberi dampak pada sekitarnya.
Boleh jadi, kita hanya melakukan satu contoh kebaikan kecil, misalnya membuang sampah pada tempatnya. Lalu gerakan kebaikan itu ditiru oleh orang-orang di sekitar, lalu melakukan gerakan yang sama. Maka dimulai dari langkah kecil kita, menjadi sebuah lingkungan tempat hidup yang nyaman tanpa sampah berserakan.
Lakukan saja gerakan kebaikan, meski kecil dan sederhana, kita tak pernah menyangka jika riak dan gelombangnya akan berdampak jauh tak terhingga. Lemparkan batumu, seberapa jauh riakmu? – Bayu Gawtama


