Kerelawanan dengan Cara Sederhana
Beberapa alasan orang belum mau menjadi relawan adalah tak punya waktu, sibuk atau tak punya keahlian yang dibutuhkan. Itu benar, jika yang dibayangkan menjadi relawan itu harus berhari-hari bahkan berbulan berada di satu daerah untuk membantu masyarakat, baik itu korban bencana maupun program-program pemberdayaan atau pengembangan masyarakat. Memang diperlukan keahlian khusus, waktu yang cukup yang pastinya bakal berbenturan dengan aktifitas rutin, baik itu bekerja, kuliah atau wirausaha.
Tapi sebenarnya, kegiatan kerelawanan tak selalu berat, tak harus berbahaya, tak mesti berhari-hari meninggalkan rumah, pekerjaan atau bangku kuliah. Jika merujuk pada satu pemahaman kerelawanan adalah melayani (to serve), maka banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan sebagai bentuk aksi kerelawanan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing.
Kita tentu sering melihat aksi-aksi kerelawanan secara sederhana yang dilakukan orang lain yang tentunya kita pun sudah pasti mampu. Problem utamanya berarti ada di kemauan dan kerelaan. Ya, kerelawanan adalah wujud dari kemauan untuk melakukan sesuatu untuk orang lain, dimana sebagian besar orang justru tak mau melakukannya, dan kerelaan memberikan energi, pikiran, waktu dan keterampilan yang kita miliki untuk melayani orang lain.
Baiklah, kita bisa sebutkan apa saja bentuk kerelawanan sederhana yang bisa dilakukan tanpa perlu meninggalkan pekerjaan atau kesibukan lainnya. Seringkali kita melihat, seseorang memberi tempat duduknya di angkuta umum seperti bis atau Commuter Line, untuk orang-orang yang lebih membutuhkan. Pasti pernah juga melihat seseorang menuntun orang tuna netra menyeberang jalan. Ada anak muda yang dengan lengan kuatnya membantu membawakan belanjaan seorang ibu di pasar atau di jalan.
Seseorang yang meluangkan waktunya berusaha menjawab pertanyaan orang yang sedang kebingungan tak tahu arah, bukan dengan jawaban “maaf saya orang baru disini” hanya karena sedang terburu-buru. Ada orang yang membantu orang lain menaikkan barang dagangannya ke bis, ke dalam angkutan umum. Ada banyak orang yang rela mendorong mobil yang mogok tanpa berharap imbalan, sering kita lihat orang yang membantu memungut buah-buahan yang berserakan di jalan milik seorang pedagang yang gerobaknya terbalik. Ada yang ramai-ramai menolong orang yang kecelakaan, membawanya ke rumah sakit serta menghubungi keluarga korban.
Merapihkan sandal di masjid, memberhentikan mobil agar nenek tua bisa menyeberang jalan, membantu orang dari kampung yang mencari alamat saudaranya di kota, memberi minum atau makan orang lain yang kelaparan di jalan, dan masih banyak lagi. Anda pasti sedang membayangkan lebih banyak lagi apa yang pernah Anda lakukan untuk orang lain. Tersenyumlah.
Jangan bilang kalau Anda belum pernah melakukan hal-hal sederhana seperti diatas! Pasti sudah pernah, bahkan sering. Anda tidak menyangka jika hal sederhana itu pun merupakan aksi kerelawanan dan Anda melakukannya setiap saat. Intinya adalah, Anda pernah dan sering melayani orang lain, memudahkan urusan orang lain.
Jadi, bagi Anda yang sibuk, tak punya banyak waktu untuk melakukan aksi kerelawanan, Anda bisa melakukannya dengan cara-cara yang sederhana. Bahkan secara cerdas men-share, mention, repath, dan meneruskan pesan-pesan kemanusiaan, promosi program sosial kepada jejaring pertemanan Anda di media sosial pun salah satu bentuk aksi kerelawanan, yang bisa Anda lakukan tanpa harus beranjak dari tempat duduk.
Anda tak pernah menyangka jika lapis-lapis keberkahan menyelimuti kehidupan Anda ketika ada orang lain yang terinspirasi, tergerak membantu terselenggaranya program kemanusiaan sebuah komunitas atau lembaga kemanusiaan, hanya karena kerelaan menggerakkan jari di media sosial Anda.
Meski sudah biasa dan kerap melakukan aksi kerelawanan yang sederhana, tapi cobalah sesekali meluangkan waktu lebih banyak untuk aksi yang lebih menantang. Mau? (Gaw)
