Selanjutnya Urusan Allah

pak tua penjual kelontongSuami isteri sedang berboncengan motor menuju toko kelontong untuk membeli gantungan baju, di perjalanan sandal sang isteri terlepas dan jatuh. Motor berhenti persis di depan tukang kelontong keliling yang juga menjual barang yang hendak dicari. Allah yang atur rezeki pagi itu untuk si tukang kelontong keliling. Sandal jatuh adalah skenario indah dari-Nya.

Seorang sopir angkot, cukup sabar menunggu di belakang truk yang mogok, boleh jadi karena posisinya tidak mungkin menyalip truk berbadan besar itu. Sempat juga ia membunyikan klakson beberapa kali, namun tak berbuah apapun selain harus tetap bersabar. Sementara ia menyaksikan angkot-angkot lainnya melaju cepat melintasinya, memburu calon penumpang di depan. Tak berapa lama, masih dalam kesabarannya, truk besar bersiap jalan. Belum sempat ia menginjak pedal gasnya, satu rombongan keluarga melambaikan tangannya bersiap naik angkot. Rezeki, buah dari kesabaran. Terjebak di belakang truk mogok adalah kehendak manis dari-Nya.

Pedagang kue di pertigaan jalan, tersenyum saat seorang pelanggan memesan dua lusin kue untuk arisan. Belum sempat ia bungkus, tiba-tiba si pelanggan mendapat telepon bahwa segala macam kue sudah tersedia. “maaf mbak, kuenya nggak jadi…” lalu ngeloyor pergi meninggalkan pedagang kue yang termangu masih menahan senyum yang tadi. Tak berapa lama, pelanggan baru datang. “Kuenya mbak, semuanya saya borong, ini mau kumpul keluarga belum siap makanan apa-apa…” lebih dari lima lusin kuenya langsung habis terjual. Allah yang batalkan pelanggan pertama, ketika ia sabar, Allah pula yang datangkan pelanggan kedua. Indah nian drama yang dibuat-Nya.

Soal rezeki, kita hanya perlu terus berusaha dan berupaya semaksimal mungkin, selanjutnya urusan Allah. Ketika satu pintu rezeki seakan tertutup, tetaplah sabar, karena pintu lainnya siap terbuka karena kesabaran. Saat rezeki yang terasa sudah dekat tetiba lenyap, tetap tersenyum, ada yang lebih baik dalam perjalanan mendekati. Ikuti saja skenario-Nya, manis selalu yang terasa. (gaw)

Terimakasih bila Anda berkenan membagikan tulisan ini kepada orang lain
  • Tweet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *