Sepatu Emas dari Bangku Cadangan

toto 2Sebelum perhelatan Piala Dunia 1990, tidak banyak yang mengenal Salvatore Schillaci. Karena tim nasional Italy saat itu dipenuhi bintang-bintang tenar seperti Walter Zenga sang kiper legendaris, Roberto Dona Doni, Franco Baresi dan Paolo Maldini di bagian pertahanan. Carlo Ancelotti dan Bareti bintang lapangan tengah serta nama-nama kesohor di barisan depan, Gianluca Vialli, Roberto Mancini, Aldo Serena serta Roberto Baggio.

Meski bermain di klub Juventus, Toto, panggilan Schillaci nyaris tenggelam oleh gemerlap kebintangan rekan-rekan satu timnya. Ditambah lagi, Toto pun hanya dipasang sebagai pemain cadangan oleh sang pelatih, Azeglio Vicini. Lengkap sudah, meski Piala Dunia digelar di negaranya sendiri, Toto memang tak terlalu diperhitungkan.

Pemain cadangan dalam sebuah tim bagai dinamit yang siap meledak, hanya menunggu kesempatan terbaik yang diberikan kepadanya untuk mengguncang. Duduk di bangku cadangan, setiap menitnya seperti sumbu dinamit yang terus menyala. Mereka menunggu sang pelatih menunjuknya masuk lapangan ketika rekannya bermain kurang bagus, kelelahan atau cidera.

Toto Schillaci menjadi sosok yang sangat fenomenal di Piala Dunia 1990 itu. Hampir setiap pertandingan ia duduk di bangku cadangan, namun sejarah mencatat, kemenangan demi kemenangan tim nasional Italy di kejuaraan tersebut justru tak bisa dipisahkan dari sosok lelaki kecil dari bangku cadangan itu.

Italy memang tak menjuarai turnamen tersebut, kalah adu pinalti oleh Diego Maradona dan kawan-kawan di Semifinal. Di final, Jerman Barat kemudian yang keluar sebagai juara mempecundangi Argentina. Namun Salvatore Schillaci, lelaki dari bangku cadangan timnas Italy, mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai top scorer dengan enam gol, salah satunya gol ke gawang Sergio Goycochea, kiper Argentina. Tak hanya itu, Piala Dunia 1990 pun mendapuk Toto sebagai pemain terbaik. Sepatu emas dan bola emas pun menjadi miliknya.

Pemain cadangan, kerap dianggap pemain lapis kedua, tetapi bukan berarti ia tak berkualitas. Hanya saja kualitasnya kerap tertutupi gemerlapnya bintang yang lain. Namun soal motivasi, bisa jadi para pemain lapis kedua ini jauh melebihi pemain-pemain inti. Mereka berharap diberi kesempatan oleh pelatih dan menunjukkan kualitasnya tak pantas diragukan. meskipun, kadang ini bukan soal kualitas pemain, tetapi soal skema dan strategi sang pelatih. Vicini, tahu persis kapan harus memasukkan Toto ke lapangan.

Siapapun Anda yang hari ini merasa berada di bangku cadangan, kerap dianggap “pemain” lapis kedua di organisasi atau perusahaan, Anda hanya perlu terus mengasah keterampilan dan wawasan sambil menunggu kesempatan datang. Selain itu, Anda perlu berada dalam tim dan pemimpin yang senantiasa memberi kesempatan yang tepat untuk membuktikan kualitas Anda.

Sepatu emas dan bola emas, bukan hanya hak para pemain bintang. Anda juga bisa.

@bayugawtama

Terimakasih bila Anda berkenan membagikan tulisan ini kepada orang lain
  • Tweet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *